BELINYU, – Aroma kue yang baru matang menyambut rombongan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Pangkalpinang saat mengunjungi salah satu home industri kue tradisional khas Bangka di Belinyu, Jumat (19/6/2026).
Di tengah aktivitas produksi yang berlangsung di Toko Kenari, Jalan Kenanga Panji, Belinyu, puluhan pasang mata tampak memperhatikan dengan antusias setiap tahapan pembuatan aneka kue tradisional. Tangan-tangan terampil para pekerja dengan cekatan mengolah bahan baku sederhana menjadi berbagai sajian khas Bangka seperti kue kok dan bong li piang, kue berisi selai nanas yang dikenal sebagai perpaduan tradisi kuliner masyarakat Tionghoa dan Melayu di Kepulauan Bangka Belitung.
Kunjungan yang diikuti pengurus DPC IWAPI Kota Pangkalpinang bersama sejumlah pelaku UMKM tersebut merupakan salah satu program organisasi dalam memperluas wawasan kewirausahaan sekaligus memperkuat jejaring antar pelaku usaha lokal.
Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan lapangan biasa. Mereka berkesempatan melihat secara langsung proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga tahap pengemasan produk sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Ketua DPC IWAPI Kota Pangkalpinang, Sri Kristin Sutanegara, yang memimpin langsung kegiatan tersebut didampingi Sekretaris Hastika Wati, Bendahara Elya Farida, serta jajaran pengurus lainnya, mengatakan banyak pelajaran yang dapat dipetik dari pelaku usaha yang tetap konsisten mempertahankan kualitas produknya selama puluhan tahun.
“Di sini kami belajar bahwa sebuah produk lokal tidak harus dibuat dengan mesin modern. Di balik setiap produk terdapat ketekunan, kesabaran, dan kreativitas yang menjadi kunci keberhasilan usaha,” ujar Sri Kristin.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa home industri lokal memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing apabila mendapatkan dukungan yang memadai.
Ia menambahkan, para pelaku UMKM masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik dalam bentuk edukasi, pendampingan, promosi, maupun publikasi yang berkelanjutan agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong UMKM untuk terus tumbuh dan berkembang sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar,” katanya.
Sementara itu, pemilik Toko Kenari, Rinda, menuturkan usaha yang dijalankannya merupakan bisnis keluarga yang telah bertahan lebih dari empat dekade. Hingga kini, ia masih terlibat langsung dalam mengawasi setiap proses produksi guna memastikan kualitas produk tetap terjaga.
Komitmen menjaga cita rasa dan kualitas tersebut menjadi salah satu nilai yang menarik perhatian para peserta kunjungan. Bagi mereka, keberhasilan mempertahankan usaha selama lebih dari 40 tahun merupakan bukti bahwa konsistensi dan kedekatan dengan pelanggan menjadi modal penting dalam menjalankan bisnis.
Di sela kunjungan, para peserta juga berdiskusi mengenai tantangan usaha, strategi mempertahankan kualitas produk, hingga peluang pengembangan pasar bagi produk-produk tradisional Bangka.
Menutup kegiatan, Sri Kristin Sutanegara yang akrab disapa Kak Iie menyampaikan bahwa kunjungan industri menjadi salah satu agenda yang paling diminati anggota IWAPI karena memberikan pengalaman belajar yang nyata dan aplikatif.
“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan gambaran langsung mengenai budaya kerja, alur produksi, hingga standar yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha. Yang terpenting, kami bisa memahami bagaimana UMKM lokal mampu bertahan, beradaptasi, dan terus berkembang di tengah berbagai tantangan,” tutupnya.
Kunjungan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana belajar bagi anggota IWAPI, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan UMKM lokal sebagai salah satu pilar perekonomian daerah di Bangka Belitung.
















