INSANNEWS.co – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Timah Tbk (TINS) pada Rabu (29/10/2025), resmi mengetok perubahan pengurus. Sederet purnawirawan TNI hingga kader Partai Gerindra menempati kursi-kursi Dewan Direksi dan Komisaris TINS.
Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk Rendi Kurniawan menjelaskan, perubahan pengurus tersebut mempertimbangkan kebutuhan perusahaan untuk memperkuat strategi bisnis dalam menghadapi tantangan industri global.
Purnawirawan TNI terakhir yang masuk jajaran pengurus PT Timah adalah Handy Geniardi. PT Timah Tbk resmi mengangkat Handy sebagai Direktur Operasi dalam RUPS Luar Biasa, Rabu (29/10/2025). Dia menggantikan Nur Adi Kuncoro yang diberhentikan pada Senin (13/10/2025). Perlu diketahui, Handy merupakan purnawirawan TNI-AD yang terakhir menjabat sebagai Wakil Komandan Sesko TNI. Lulus dari Akademi Militer tahun 1987 dari kecabangan infanteri (Kopassus) dengan jabatan terakhir jenderal bintang dua.
Kader Gerindra
Di luar kalangan purnawirawan TNI, RUPS Luar Biasa juga menempatkan Andi Seto Gadhista Asapa sebagai Direktur Sumber Daya Manusia PT Timah. Andi merupakan kader Partai Gerindra yang saat ini berkuasa di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. Di Gerindra, Andi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Bidang Pemberdayaan Kepala Daerah se-Indonesia.
Bukan cuma itu, Andi juga menjadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Bidang Penyelesaian Sengketa Pemilu tahun 2010 sampai sekarang. Dilihat dari latar belakang pendidikannya, pria kelahiran Ujung Pandang, 20 November 1983 ini merupakan tamatan Fakultas Hukum Universitas Trisakti dan pernah menjabat sebagai Bupati ke-9 Sinjai masa jabatan 26 September 2018 hingga 2022. September 2023
Prabowo Ingatkan TNI agar Jaga Kekayaan SDA Indonesia Demi Kemakmuran Bangsa
Perubahan pengurus juga menjadi upaya TINS memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja operasional dan bisnis. Sekaligus, menjadi momentum penyegaran untuk memperkuat sinergitas di internal perusahaan.
PT Timah Tbk berkomitmen memperkuat tata kelola, meningkatkan kinerja operasional, dan memastikan kontribusi perusahaan bagi negara serta masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip laman investor .id Kamis (30/10/2025).

















