PANGKALPINANG , Insannews.co– Di tengah kesibukannya sebagai profesional, Harwendro Adityo Dewanto atau yang akrab disapa Mas Didit dikenal memiliki kedekatan dengan masyarakat Bangka Belitung. Sejumlah kegiatan sosial yang diikutinya menjadi bagian dari kiprahnya di Negeri Serumpun Sebalai, daerah yang disebutnya telah menjadi rumah kedua.
Salah satu momen yang menggambarkan kedekatan tersebut terlihat saat kegiatan buka puasa bersama anak-anak yatim di sebuah hotel di Kota Pangkalpinang pada pertengahan Maret 2026. Di tengah suasana penuh kehangatan menjelang azan Magrib, Harwendro tampak membaur tanpa sekat dengan para peserta.
“Hadir di tengah-tengah anak yatim seperti ini memberikan energi yang luar biasa bagi saya,” ujar Harwendro saat itu.
Bagi pria kelahiran Jakarta, 10 Desember 1983 tersebut, kebersamaan dalam kegiatan sosial memiliki makna tersendiri. Ia memilih hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat dibandingkan menempatkan diri dalam suasana yang serba formal.
Di balik kiprahnya, Harwendro juga dikenal memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui istrinya, Rahayu Saraswati. Namun, dalam perjalanan karier dan aktivitas sosialnya, ia lebih memilih membangun rekam jejak melalui kontribusi dan pekerjaan yang dijalankannya.
Harwendro merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Jakarta. Sejak 2019, ia dipercaya menjabat sebagai Komisaris PT Mitra Stania Prima (MSP), setelah sebelumnya mengemban sejumlah posisi strategis di lingkungan Arsari Group, termasuk di bidang Community Development serta jajaran direksi pada beberapa perusahaan sejak 2012.
Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menjalankan aktivitas profesional sekaligus mendorong perhatian terhadap pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Menurutnya, potensi yang dimiliki Bangka Belitung perlu dikelola secara optimal agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Bagi Harwendro, Bangka Belitung bukan sekadar wilayah tempat menjalankan aktivitas usaha. Daerah ini telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, tempat ia membangun relasi, berbagi kepedulian, serta menumbuhkan harapan agar kekayaan alam yang dimiliki dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
Melalui kiprah di dunia korporasi dan berbagai kegiatan sosial, Harwendro berupaya menunjukkan bahwa profesionalisme dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat. Jejak tersebut menjadi bagian dari kontribusinya di Bangka Belitung, daerah yang kini memiliki arti lebih dari sekadar tempat berkarya.
















