KOBA-INSANNEWS.CO – Bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI Koba, dulu bernama SMP Pading pernah menjadi salah satu pilar pendidikan SMP swasta di Koba Bangka Tengah, kini menyisakan pemandangan yang memilukan.
Gedung sekolah yang berlokasi strategis ini tampak terbengkalai, dengan kondisi atap yang sudah rusak parah, dinding yang kusam penuh coretan dan lingkungan yang ditumbuhi semak belukar serta ditanami oleh pihak tertentu dengan tanaman pohon sawit dan pisang.
Ada juga beberapa rumah berdiri di sekitar lokasi SMP PGRI tersebut tidak diketahui masih masuk wilayah sekolah atau berbatasan langsung dengan sekolah.
Masyarakat setempat serta para Alumni SMP PGRI Koba menyayangkan kondisi ini, mengingat SMP PGRI Koba pernah mencetak banyak lulusan dan berperan penting sebelum berdirinya sekolah negeri disekitar Koba.
Faktor Dugaan Penyebab Terbengkalai
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari pihak yayasan atau dinas terkait, beberapa dugaan muncul terkait mandeknya operasional sekolah ini:
Kekurangan Siswa Berkurangnya jumlah pendaftar secara signifikan berdampak langsung pada stabilitas keuangan sekolah, yang pada akhirnya memicu penghentian kegiatan belajar mengajar.
Masalah Yayasan Permasalahan internal terkait pengelolaan aset, izin operasional, atau kekurangan tenaga pendidik juga dapat menjadi pemicu penutupan dan penelantaran aset sekolah.
*Seruan untuk Aset Pendidikan*
Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah hingga saat ini belum memberikan komentar spesifik mengenai nasib aset gedung SMP PGRI Koba. Para pemerhati pendidikan di Bangka Tengah berharap agar Pemerintah Daerah dan Yayasan PGRI dapat segera mencari solusi.

”Sangat disayangkan jika aset bangunan sekolah dibiarkan rusak begitu saja. Gedung ini bisa dialihfungsikan menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat, gedung pelatihan, atau bahkan direvitalisasi sebagai sekolah swasta dengan konsep baru, daripada menjadi bangunan kosong yang rawan vandalisme,” ujar Rahmat, salah satu tokoh masyarakat Koba yg juga alumni SMP PGRI Koba.


“Kondisi bangunan yang terbengkalai ini tidak hanya mencoreng estetika kota, tetapi juga merupakan kerugian besar bagi dunia pendidikan, karena kehilangan fasilitas yang seharusnya masih bisa dimanfaatkan untuk peningkatan mutu sumber daya manusia di Bangka Tengah” Ujar Sukron yg juga alumni SMP PGRI Koba.
Ketika dikonfirmasi ke mantan pengurus PGRI Kecamatan Koba Pak Gunanda, beliau mengatakan “bahwa aset SMP PGRI Koba adalah milik Yayasan Provinsi Bangka Belitung dan pak Bupati Bangka Tengah telah pernah mengajukan ingin mengelola SMP PGRI agar dikelola kembali dan dibangun misalnya PAUD PGRI, TK PGRI, SMP PGRI, SMA PGRI, dll. Sampai hari ini belum ada kejelasan berita tersebut”.
Para alumni SMP PGRI Koba sangat berharap agar Bupati Bangka Tengah menemui Yayasan PGRI Provinsi dan meminta mengelola kembali Yayasan PGRI Koba agar ada kenangan tersendiri bagi para alumni.
Reporter: Sandi Sandera InsanNews.co
















