SUNGAILIAT, insannews.co – Sanggar Seni Lawang Budaya resmi bertolak menuju Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, untuk mengikuti ajang budaya bergengsi Napak Sire 2026 yang akan digelar pada 21–24 Mei 2026.
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari misi budaya untuk memperkenalkan kekayaan seni tradisi Bangka di tingkat nasional. Dalam festival tersebut, Lawang Budaya akan tampil bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta perwakilan kabupaten dan kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Koreografer Sanggar Seni Lawang Budaya, Juwita Handayani, mengatakan pihaknya akan membawakan Tari Sambut Sepintu Sedulang, tarian khas kebanggaan masyarakat Bangka karya maestro Mochar Acros dengan iringan musik ciptaan Parlind.
“Kami juga akan menampilkan lagu karya Wandasona Alhamd berjudul *Seni Budaya Kite* yang dibawakan Yasmin Khairunnisa, kemudian lagu *Bangka Belitung* yang dinyanyikan M. Afdhal Rizqullah, serta beberapa tarian lainnya,” ujar Juwita.
Napak Sire 2026 sendiri merupakan festival seni dan budaya Melayu berskala nasional yang mengangkat kembali tradisi menyirih atau *nyire* sebagai warisan leluhur. Mengusung tema *“Menjalin Silaturahmi dengan Seribu Lembar Sirih”*, kegiatan ini dipusatkan di kawasan Pantai Wisata Tanjung Pendam, Belitung.
Beragam agenda budaya akan memeriahkan festival tersebut, mulai dari sarasehan budaya, pameran warisan sejarah, pertunjukan seni lintas daerah, workshop filosofi Sekapur Sirih, hingga prosesi nyire massal oleh 1.000 peserta yang ditargetkan memecahkan Rekor MURI.
Menurut Juwita, keikutsertaan Lawang Budaya dalam festival ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan tradisi dan budaya Bangka kepada masyarakat luas melalui seni pertunjukan.
“Ajang ini bukan hanya sebagai sarana promosi budaya daerah, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi para pelaku seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Kami bangga bisa ambil bagian dalam event nasional ini,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Lawang Budaya, Wandasona Alhamd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberangkatan tim menuju Belitung.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para orang tua penari dan penyanyi yang terus mendukung kemandirian Lawang Budaya dalam menjaga dan melestarikan budaya. Terima kasih juga kepada para donatur yang telah membantu misi budaya ini,” ungkap Wandasona.
Ia menambahkan, Napak Sire 2026 merupakan event strategis karena menjadi satu-satunya event dari Bangka Belitung yang berhasil masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Dalam kesempatan ini, Lawang Budaya membawa 15 personel mandiri yang terdiri dari penari, penyanyi, koreografer, hingga komposer di bawah pimpinan langsung Wandasona Alhamd.
Berikut daftar personel Sanggar Seni Lawang Budaya yang terlibat dalam Napak Sire 2026:
**Tim Produksi dan Manajemen**
* Pimpinan Delegasi: Wandasona Alhamd
* Koreografer: Juwita Handayani
**Penari dan Penyanyi**
1. Gita Dwi Rahmadhani
2. Nabila Cinta Aulia
3. Nadira Asya Ratu D.
4. Kariska Ayu Qirana
5. Safrita Taqi
6. Kaffananta Swara J.
7. M. Afdhal Rizqullah (Penyanyi)
8. Yasmin Khairunnisa (Penyanyi)
9. Lutfia Anggraini
10. Aulia Rahmadina
11. Kirana Shira Mufidah
12. Hertanto Santoso
13. Pharel Arnoldy
















