banner 728x250

Tumpukan Sampah Liar Mengancam Kebersihan Lingkungan SD 3 dan PLN Serta Gereja Di Koba

Koba, Bangka Tengah

banner 120x600
banner 468x60

INSANNEWS.CO – Masalah sampah liar kembali menjadi sorotan di Kota Koba, Bangka Tengah. Kali ini, tumpukan sampah dilaporkan muncul di lokasi strategis yang berdekatan dengan fasilitas publik vital, yaitu disekitar area Sekolah Dasar 3 dan Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Koba serta Gereja. Keberadaan tumpukan sampah ini menimbulkan kekhawatiran serius akan dampak kesehatan dan kebersihan lingkungan, terutama bagi siswa sekolah dan pekerja di sekitar lokasi tersebut.

*Dampak Bau dan Risiko Kesehatan*
Warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi tersebut mengeluhkan bau busuk yang menyengat akibat sampah yang didominasi oleh limbah rumah tangga.

“Selain mengganggu kenyamanan, lokasi yang berdekatan dengan SD 3 dikhawatirkan dapat menjadi sarang penyakit dan mengancam kesehatan anak-anak” Ujar salah satu guru SD 3 yg tidak mau disebutkan namanya.

“Sangat mengganggu, apalagi ini dekat sekolah. Kasihan anak-anak harus mencium bau sampah setiap hari. Kami berharap ada tindakan cepat dari pihak terkait,” ujar Ani salah satu warga setempat.

Hal senada juga disampaikan ibu Marwiyah selalu Lurah Koba
“bahkan beliau pernah suatu ketika dalam kegiatan gotong royong membuang bangkai babi yg sudah membusuk. Rencana kedepan akan digusur habis tapi menunggu alat dr PU yg belum tersedia”.

Kata salah satu karyawan PLN pak Untung ” Sangat mengganggu pengguna jalan bau tak sedap kalau lewat”.

“Saya kalau antar jemput anak sekolah lebih baik memilih jalan lain meskipun agak jauh daripada melewati jalan yg dipenuhi sampah sampai ke jalan”. Kata Robi yg anaknya sekolah di SD 3 Simpang Perlang.

H. Lurizal selalu pemilik lahan yg dijadikan tempat membuang sampah tersebut ketika diwawancarai agak sedikit emosi… ” itu zolim” Katanya.
“Saya mendesak Kepala DLH Bangka Tengah untuk tidak hanya membersihkan, tetapi juga menindak tegas oknum yang masih membuang sampah sembarangan di luar lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) resmi, apalagi di area lahan milik saya dan yang terutama didekat fasilitas umum seperti sekolah dan kantor PLN serta Gereja yang merupakan pusat layanan penting ujarnya kepada Insannwews.co.

*Permintaan Tindakan Tegas*
Menanggapi keluhan masyarakat terkait titik-titik sampah liar seperti yang juga pernah terjadi di beberapa area Koba, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diharapkan dapat segera mengambil tindakan. Selama ini, DLH Bangka Tengah telah berupaya keras mengendalikan rata-rata produksi sampah harian di Koba yang mencapai 5 hingga 10 ton.
Aksi gotong royong dan sosialisasi untuk mengurangi penggunaan plastik juga gencar dilakukan. Namun, munculnya kembali titik sampah liar menunjukkan kurangnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah pada tempat yang telah ditetapkan.

Pemkab Bangka Tengah sebelumnya telah berulang kali mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendisiplinkan diri dalam pengelolaan sampah.
Bupati Bangka Tengah dalam berbagai kesempatan juga menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah kunci pencegahan penyakit. Peran serta masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah menjadi hal yang sangat krusial untuk menciptakan lingkungan Koba yang bersih, sehat.
DLH diharapkan segera turun ke lokasi untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut dan memasang papan peringatan atau sanksi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang sesuai dengan PERDA Kabupaten Bangka Tengah no 4 tahun 2013 Pengelolaan Sampah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *